Master Data PM Module – SAP

Master data merupakan suatu data yang selalu ada dan digunakan dalam seluruh modul yang ada di sistem SAP. Master data merupakan informasi kunci yang selalu digunakan dalam transaksi, dan sebagai dasar untuk mengidentifikasi dan/atau mencari setiap transaksi yang dicatat dalam sistem.

2017-01-12_15-31-53

Terdapat beberapa perbedaan antara Master Data dan Transactional Data. Master data adalah informasi yang tetap dan jarang berubah selama jangka waktu yang panjang. Sedangkan data transaksi merupakan data yang progressive, yang dapat bertambah atau berubah setiap harinya, serta selalu direlasikan dengan Master Data sebagai dasar transaksinya.

Berikut ini adalah Master Data yang ada dalam modul Plant Maintenance

  1. Functional Location
  2. Equipment
  3. Bill of Material
  4. Work Center
  5. Classification & Characteristic
  6. Measuring Point
  7. Catalog
  8. Task List
  9. Maintenance Plan & Strategy
Advertisements

TCODE PRT

Beberapa TCODE yang dimiliki oleh Production Resources / Tools (PRT) adalah sebagai berikut :

  • Material

MM01 – Create

MM02 – Change

MM03 – Display

MM12 – Plan

MM13 – Active

MM19 – To Key Date

  • Equipment

IE25 – Create

IE02 – Change

IE03 – Display

  • PRT Master (Others) 

CF01 – Create

CF02 – Change

CF03 – Display

  • Document

CV01N – Create

CV02N – Change

CV03N -Display

CV04N – Find

  • Extras

CA75 – Replace in Task Lists

CA10 – Standard Text

  • Evaluations

CA70 – Task List for PRT

IE10 – Create

  • Maintenance Order for PRT

CF25 – PRT Master (Others)

CF26 – Material

CF27 – Document

CF28 – Equipment

  • Orders dor PRT

CF20 – PRT Master (Others)

CF21 – Material

CF22 – Document

CF23 – Equipment

Production Resource / Tools (PRT)

Production Resource / Tools (PRT) ini adalah tools / resources operasional yang bisa berpindah-pindah dan digunakan di production atau plant maintenance.

Sehingga dalam penggunaannya dalam Work Order, jika dalam sebuah aktivitas perbaikan memerlukan alat bantu (yang tidak perlu di bebankan biaya / cost dalam penggunaannya), maka PRT dapat di gunakan untuk solusi tersebut.


PRT Status

PRT Status dapat digunakan untuk mengontrol status dari penggunaan dari PRT.

PRT status juga dapat menentukan / membagi PRT untuk digunakan di fungsi yang berbeda ketika me-maintain master data

Sehingga kita bisa memisahkan, apakah :

  • PRT digunakan dalam planning
  • PRT digunakan dalam production

 

Cara Menghapus SAP LRRA System Status

Terkadang ketika maintenance order di buat dan di set menjadi status REL (Release), system status berubah menjadi LRRA (List of Relev. Risks Available).

LRRA 1.png

Mengapa ini bisa terjadi?

Ini disebabkan karena beberapa Business Functions di aktifkan, yaitu :

  • /EAMPLM/LOG_EAM_WCM_WS : EAM, WCM Integration into Worker Safety
  • /EAMPLM/LOG_EAM_WS             : EAM, Worker Safety

LRRA.png

Sehingga bagaimana cara menghapus SAP LRRA System Status ini jika kita tidak membutuhkannya?

Caranya ada pada Configurasi nya, yaitu harus di hapuskan / di kosongkan untuk Plant yang sedang kita gunakan. Agar status LRRA ini tidak otomatis muncul setelah Maintenance Order di Release. Status LRRA ini biasa nya di gunakan pada perusahaan yang menggunakan HSE dalam proses bisnisnya.

LRRA 2.png

Jika cofiguration nya telah di kosongkan, maka jika kita membuat maintenance order yang baru lalu di release, status LRRA tersebut akan hilang dan tidak akan muncul kembali.

LRRA 3.png

🙂 semoga bermanfaat..

 

SAP Factory Calendar dalam PM Module

Ada beberapa cara untuk melihat SAP Factory Calendar yang di setting pada PM Module.

PERTAMA

Plant calendar

Customizing → Enterprise Structure → Definition → Logistics – General → Define, copy, delete, check plant → Define Plant

Double klik pada plant, lalu lihat ‘Factory calendar’ dari Plant


KEDUA

Work center calendar

Transaction IR03 → ‘Capacities’ tab → ‘Capacity’ button

Lihat ‘Factory calendar ID’ dari work center


KETIGA

Maintenance plan SAP Calendar

Transaction IP03 → ‘Maintenance plan scheduling parameter’ tab

Lihat ‘Factory calendar’ dari maintenance plan

Jenis Pesan yang akan Muncul dalam Transaksi SAP

Dalam SAP, ada beberapa jenis pesan yang akan muncul dalam transaksi SAP (biasanya berada di status bar), dimulai dengan :

I           Information – sekadar pemberitahuan tentang status anda.

            Contoh : “Your document has been saved”

W         Warning – anda dapat mengabaikannya dengan menekan tombol enter

            Contoh : “Please check your input”

E          Error – anda tidak dapat melanjutkan sampai masalah tersebut terselesaikan.

            Contoh : “Please enter company code”

A          Abort – adanya kesalahan pada program yang tidak dapat anda selesaikan,

             hubungi team SAP.

Notes :   Jika menemui field bertanda field wajib.jpg  , artinya field tersebut harus diisi (Required field), agar dapat masuk ke langkah / proses berikutnya. Dan untuk field-field yang tidak bertanda field wajib  , artinya field tersebut boleh tidak diisi (Optional field), dan pengguna dapat langsung melanjutkan ke langkah / proses berikutnya.

Cara Menampilkan History Components (Material) / Operations yang Sudah di Hapus dari Order

Jika kita ingin menampilkan history dari components (material) / operations yang sudah di hapus dari sebuah order, maka berikut adalah langkah yang dapat dilakukan :

PERTAMA

Sebagai contoh untuk menampilkan history Components, misalkan pada saat awal membuat Order saya input 2 material, yaitu Kabel NYY = 40 X 70 MM , dan PIN 8747425 lalu kita Release kemudian Save.

21-05-2017 19-52-32.jpg

KEDUA

Dalam keadaan system status REL / Release, namun ternyata saya ingin mengganti Kabel NYY = 40 X 70 MM dengan Bearing SKF 6304 C3, sehingga saya menghapus Kabel NYY = 40 X 70 MM lalu menambahkan Bearing SKF 6304 C3

21-05-2017 20-57-25

KETIGA

Maka jika kita ingin memunculkan history material apa saja yang pernah di input lalu di hapus, maka Klik Edit → Display Deletions → On

21-05-2017 19-58-39.jpg

Sehingga tampilan pada Tab Components akan menampilkan seluruh material yang sudah di hapus maupun yang existing / yang sedang di pakai. Jika berwarna abu-abu dan tidak bisa di edit, maka material tsb adalah material yang sudah di hapus dari Order dan tidak digunakan lagi.

21-05-2017 19-52-47.jpg

CATATAN :

History ini berlaku untuk menampilkan operations maupun components.

History material ini hanya bisa ditampilkan jika Order sudah di RELEASE atau dengan system status REL.

Jika masih dalam keadaan system status CREATED, maka history dari material tidak bisa di tampilkan.

Jadi misalkan, pada saat order dengan system status CRTD, kita input material A,B,C. lalu kita hapus material C, sehingga tinggal tersisa material A dan B lalu baru kita Release dan Save. Jika kita buka kembali ordernya, maka tidak ada history nya bahwa kita pernah input material C pada order tersebut.

Lain halnya jika kita input material D dan E, lalu kita menghapus material A dan B pada order yang sudah di release tadi, maka jika kita check pada display deletions, maka akan tampil material A, B, D dan E pada order, namun tampilan material A dan B akan berwarna abu-abu dan tidak bisa di edit, karena material A dan B dihapus ketika order berstatus REL / Release.