Preventive Maintenance Order

Aktifitas preventive maintenance adalah kegiatan maintenance ter-schedule yang dilakukan untuk mencegah terjadinya breakdown (kerusakan insidentil). Aktivitas Preventive Maintenance dilakukan bertujuan untuk mencegah terjadinya breakdown (kerusakan). Di dalam preventive maintenance, aktifitas maintenance dapat direncanakan melalui maintenance item dan maintenance plan. Berdasarkan jadwal maintenance yang dibuat dari maintenance plan, maka sistem akan men-generate maintenance order dengan tipe order preventive maintenance. Kebutuhan akan resources (internal labor, spare part, external labor, dan lain-lain) untuk preventive maintenance dapat direncanakan dalam maintenance task list.

Preventive maintenance order berisi informasi detil mengenai technical object (functional location atau equipment), rencana aktifitas atau operasi pemeliharaan yang harus dilaksanakan, lama aktifitas (waktu pengerjaan), pelaksana aktifitas di lapangan (maintenance work center), informasi rencana pemakaian biaya serta pemakaian biaya aktual, dan material/spare part yang dibutuhkan. Semua biaya yang muncul selama pelaksanaan maintenance akan dibebankan ke cost center equipment yang ada di dalam maintenance order. Pengalokasian biaya maintenance (settlement rule) dari maintenance order (sender) ke penerima biaya (receiver) misalnya cost center, material, WBS, dan lain-lain sudah ditentukan sesuai dengan tipe order-nya. Selain itu dalam pembuatan maintenance dengan tipe order preventive secara otomatis akan ter-generate maintenance notification M2.

MASTER DATA.pngPREVENTIVE ORDER 3.png

PREVENTIVE ORDER 4.png PREVENTIVE ORDER 5.png


Ada dua tipe kegiatan Preventive Maintenance:

Time based

Preventive Maintenance yang jatuh temponya suatu equipment untuk dilakukan perawatan rutin berdasarkan waktu misalkan mingguan, bulanan, tahunan.

Performance or condition based

Preventive Maintenance yang jatuh temponya suatu equipment untuk dilakukan perawatan rutin berdasarkan kondisi misalkan jam operasional, kilometer, tonase.


Berikut ini beberapa istilah yang terkait dengan proses preventive maintenance:

  • Maintenance Task List

Maintenance task list adalah master data yang berisi urutan aktifitas maintenance yang harus dilakukan terhadap technical object (functional location atau equipment). Task list berisi operasi-operasi, materialmaterial, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk aktifitas maintenance.

  • Maintenance Item

Maintenance item adalah salah satu komponen preventive maintenance yang digunakan untuk mendefinisikan technical object (functional location atau equipment), apa yang menjadi objek maintenance, serta aktifitas-aktifitas pemeliharaan yang dilakukan terhadapnya. Maintenance Item berisi informasi mengenai planning data (planning plant, maintenance planner group, dan maintenance work center), technical object (functional location atau equipment), dan maintenance task list (operation, component, maintenance strategy, dan lain-lain). Maintenance item merupakan sarana untuk menghubungkan equipment dan maintenance task list.

  • Maintenance Plan

Maintenance plan adalah salah satu komponen preventive maintenance yang digunakan untuk mendefinisikan waktu (scheduling) dan ruang lingkup (scope) kegiatan maintenance. Di SAP, istilah maintenance item dengan maintenance plan biasanya dijalankan menjadi satu transaksi, karena maintenance item tidak bisa jalan tanpa adanya maintenance plan. Dalam satu maintenance plan bisa terdiri dari beberapa maintenance item apabila ada beberapa equipment yang memiliki schedule yang sama. Satu maintenance item di dalam maintenance plan akan men-generate secara otomatis satu nomor maintenance order apabila sudah sampai tanggal jatuh temponya. Apabila ada beberapa equipment yang nantinya hanya ingin ter-generate satu maintenance order, maka equipment lainnya bisa dimasukkan ke dalam tab object list di maintenance item, sehingga satu maintenance plan berisi satu maintenance item yang di dalamnya ada object list berisi beberapa equipment.

  • Maintenance Strategy

Maintenance strategy mendefinisikan rule untuk urutan kegiatan maintenance planning. Di dalam maintenance strategy berisi informasi scheduling, sehingga  perlu di-assign ke maintenance task list dan maintenance plan. Maintenance strategy juga berisi maintenance package dimana ada beberapa informasi yang didefinisikan, misalnya siklus perawatan, deskripsi, dan lain-lain. Contoh siklus Maintenance Strategies  sebagai berikut:

No Siklus Performance-Based (KM)
1 500
2 1000
3 5000
4 10000
5 15000
6 20000
7 dst

Scheduling Indicator

Scheduling Indicator digunakan untuk menentukan planned date. Scheduling Indicator terdiri dari beberapa type sebagai berikut:

  • Time-based → planned date dikalkulasi dalam 30 hari interval
  • Time-based with key date → dalam ukuran bulan, planned date dikalkulasi dalam suatu tanggal pasti di bulan berikutnya. Misalnya suatu maintenance dilakukan 1 bulan sekali setiap tanggal 10, maka kita menggunakan key date dan mengabaikan kalender yang berlaku
  • Time-based by factory calendar → planned dates dikalkulasi berdasarkan calendar yang dipakai
  • Performmance-based → planned date pertama dikalkulasi berdasarkan annual performance dan akan direkalkulasi setiap kali measurement document di-enter
  • Multiple Counter Plan → Planned date di kalkulasi berdasarkan cycle langsung misalnya setiap 1000 jam atau setiap 3 bulan sekali
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s