Project Maintenance (Overhaul)

Skenario maintenance order tipe project maintenance (Overhaul) digunakan untuk aktifitas maintenance terkait dengan kegiatan project. Suatu project yang sudah didefinisikan, didalamnya terdapat aktifitas yang sesuai dengan tipe project,  dana/budget, dan periode waktu yang telah direncanakan. Aktifitas dalam suatu project dapat berupa kegiatan perbaikan atau perawatan equipment yang merupakan aktifitas maintenance.

OVERHAUL.png

Kegiatan project maintenance dapat dilakukan setelah project structure disusun, dimana di dalamnya terdapat project definition dan work breakdown structure. Project maintenance order diperlukan karena ada beberapa fungsi yang tidak bisa di-cover di dalam maintenance order seperti monitoring progress. Dengan skenario ini, diharapkan aktifitas maintenance dapat dipantau secara progress, karena di dalam project definition berisi informasi detil mengenai waktu kegiatan dan progress dari setiap aktifitas project.

Secara umum kegiatan dalam project maintenance order tidak berbeda jauh dengan tipe maintenance order yang lain, yaitu mulai dari proses create maintenance order, perencanaan operasi atau material, proses eksekusi, konfirmasi, technical complete, hingga proses settlement. Bedanya terletak dari adanya penyusunan project structure (project definition dan work breakdown structure) dan proses assignment WBS ke dalam maintenance order dalam skenario project maintenance ini.

Project maintenance order berisi informasi detil mengenai technical object (functional location atau equipment), rencana aktifitas atau operasi pemeliharaan yang harus dilaksanakan, lama aktifitas (waktu pengerjaan), pelaksana aktifitas di lapangan (maintenance work center), informasi rencana pemakaian biaya serta pemakaian biaya aktual, dan material/spare part yang dibutuhkan. Semua biaya yang muncul selama pelaksanaan maintenance akan dibebankan ke WBS yang sesuai dengan aktifitasnya.

Advertisements
This entry was posted on February 14, 2017, in ORDER. Bookmark the permalink.