Archives

Measurement Record

Proses pencatatan pengukuran (measurement record) adalah proses pencatatan hasil pengukuran parameter-parameter mesin/equipment yang diperlukan ke dalam sistem SAP. Hasil pengukuran ini perlu dicatat di sistem untuk kemudian dianalisa dan menentukan strategi pemeliharaan yang akan dijalankan ke depannya.

MEASUREMENT DOCUMENT.png

Di sistem SAP ada dua jenis parameter pengukuran yang ada di mesin/equipment:

  • Counter, yaitu parameter pengukuran yang nilai pengukurannya merupakan akumulasi dari pengukuran-pengukuran terdahulu, misalnya meter reading yang ada di mesin untuk mencatat output produksi, odometer yang ada di kendaraan, meter reading yang ada di mesin untuk mencatat jam mesin (running hours) dll.
  • Non counter, yaitu parameter pengukuran yang nilai pengukurannya bukan akumulasi dari pengukuran terdahulu, dan nilainya bisa naik dan turun sesuai dengan hasil pengukuran aktual, misalnya tekanan, suhu, kekentalan oli dll.

Proses pencatatan pengukuran parameter-parameter equipment bisa dilakukan pada setiap aktivitas pemeliharaan, baik itu corrective maupun preventive, serta pada saat proses pencatatan regular yang dilakukan oleh operator vehicle melalui transaksi front end. Hasil pengukuran ini dicatat kedalam Work order form untuk pengukuran yang dilakukan pada saat proses pemeliharaan, atau form manual untuk pecatatan regular yang dilakukan oleh operator atau teknisi. Nilai-nilai hasil pengukuran ini kemudian diinput di sistem SAP oleh Maintenance Planner.

MEASUREMENT DOCUMENT 2.png

Konfigurasi di sistem SAP yang berhubungan dengan pencatatat pengukuran parameter mesin/equipment telah dijelaskan di bagian Measuring Point.

Advertisements

Maintenance Strategy

Sebuah strategi pemeliharaan mendefinisikan aturan untuk urutan pekerjaan pemeliharaan yang direncanakan. Maintenance strategy berisi informasi penjadwalan secara umum, dan dapat ditugaskan ke banyak daftar tugas pemeliharaan (daftar tugas PM) dan rencana pemeliharaan yang diperlukan. Sebuah strategi pemeliharaan berisi paket perawatan di mana informasi berikut ini ditentukan:

  1. Siklus di mana kerja individu harus dilakukan (misalnya, setiap dua bulan, setiap 3,106.86 mil, setiap 500 jam operasi)
  2. Data lain yang mempengaruhi penjadwalan

maintenance strategy.wmf.jpg

Feature :

  • Berisi kombinasi siklus pemeliharaan (Time-base atau Performance-base)
  • Dapat terintegrasi dengan maintenance task list dan maintenance plan untuk kegiatan preventive maintenance
  • Maintenance Strategy dapat digunakan oleh banyak Equipment yang memiliki interval pemeliharaan yang sama

SAP Menu Path :

SAP Menu → Logistics → Plant Maintenance → Preventive Maintenance  →  Maintenance Planning → Maintenance Strategies

Maintenance Plan

Maintenance plan merupakan master data yang berisi daftar pekerjaan pemeliharaan yang akan dilakukan terhadap equipment dimana di dalamnya terdapat maintenance item tempat object dan aktivitas yang akan dilakukan dan digunakan untuk mendefinisikan waktu (Scheduling) dan ruang lingkup (scope) kegiatan pemeliharaan. Maintenance plan digambarkan dengan schedule, dan terdiri dari beberapa tipe:

maintenance plan.png

  1. Single Cycle Plan (Time-based atau Performance-based)

Single Cycle Plan adalah jenis Maintenance Plan yang paling sederhana. Maintenance plan yang berisi satu siklus yang bisa ditetapkan berdasarkan waktu atau kinerja equipment tersebut. Misalnya:

Pembersihan pompa setiap bulan, penggantian seal setiap tahun

Penggantian oli mesin setiap 500 running hour, penggantian fan belt untuk setiap 10000 km.

single cycle plan.png

2. Strategy Plan (Time-based atau Performance-based)

Maintenance plan yang berisi lebih dari satu siklus. Siklus-siklus tersebut bisa dipilih dari opsi yang berada dalam daftar maintenance package. Maintenance task list harus digunakan untuk tipe maintenance plan ini.

Performance-based Strategy Plan adalah jenis Maintenance Plan yang melibatkan beberapa kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan berdasarkan counter reading yang diambil terhadap Equipment.

Time-based Strategy Plan adalah jenis Maintenance Plan yang melibatkan beberapa kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan dengan waktu interval yang berbeda yang dilakukan terhadap Equipment.

strategy plan.png

3. Multiple Counter Plan

Multiple Counter Plan adalah jenis Maintenance Plan yang melibatkan kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan berdasarkan kombinasi antara time-based dan performance-based atau beberapa performance-based dengan dimensi berbeda, misalnya: penggantian oli mesin setiap 500 runninghour dan atau setiap 3 bulan.

multiple counter plan.png

Feature :

  • Work order akan ter-generate secara otomatis sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan
  • Monitoring Jadwal dan kegiatan preventive maintenance dapat dilihat dalam bentuk list dan grafik
  • Fungsi scheduling plan yang sangat flexible untuk mengatur terbentuknya order sebelum jatuh temponya (call horizon) dan melakukan re-schedule untuk jadwal yang akan datang

SAP Menu Path :

SAP Menu → Logistics → Plant Maintenance → Preventive Maintenance  →  Maintenance Planning → Maintenance Plans

Task List

Task list adalah job sequence yang digunakan untuk aktivitas pemeliharaan yang bisa ditentukan sebelumnya. Aktivitas di dalam task list dapat distandarisasikan dan digunakan berulang-ulang. Keuntungannya adalah efisiensi waktu dalam perencanaan aktivitas pemeliharaan. Urutan operasi dalam maintenance task list juga dapat digunakan untuk aktivitas Corrective Maintenance dengan memanggil atau melakukan penugasan master data task list pada saat pembuatan maintenance order.

Selain urutan operasi, maintenance task list juga merupakan master data yang dapat menampung component (material) yang diperlukan dalam setiap operasi atau aktivitas maintenance, serta dapat menyimpan data paket perawatan (maintenance package) dari setiap operasinya sesuai dengan strategi maintenance yang sudah dibuat terlebih dahulu. Elemen-elemen penting dari maintenance task list antara lain:

  1. Operation (operasi/aktivitas pekerjaan)
  2. Sub-operation (sub-operasi)
  3. Component (material/spare part)
  4. Maintenance package

Maintenance task list dibagi menjadi 3 tipe yaitu:

  1. Functional Task List, bersifat spesifik ke functional location tertentu
  2. Equipment Task List, bersifat spesifik ke equipment tertentu
  3. General Task List, bersifat umum agar bisa digunakan untuk beberapa functional location atau equipment yang sejenis.

SAP Menu Path :

SAP Menu → Logistics → Plant Maintenance → Preventive Maintenance → Work Schedulling → Task Lists

Catalog

Catalog Kerusakan adalah kumpulan data histori suatu object part, jenis kerusakan, penyebab dan solusi pemecahan masalahnya, yang terdiri dari :

  • Damage (kerusakannya).

Looseness, Worn Out, Cracked, Dirty, Block, Jammed, Bent, Deformed, Blown, Broken, Burn Out, Cavitation Corrosion, Contaminated, Corrosion, Miss-alignment

  • Cause (penyebab kerusakannya).

Power Failure, Lubrication Failure, Temperature Failure, Pressure Failure, Communication Failure, Measurement Failure, Installation Failure, Flash Over Rotor Slipring, Flash Over Brush Holder, Broken / Loose Cable Lead, Broken PTC, Missing Parts. Short Circuit, Over Heating, Humidity

  • Activity (tindakan-tindakan yang dilakukan untuk mengembalikan equipment atau functional location berfungsi kembali secara normal).

Replacing, Repairing, Welding, Rewinding, Adjusting, Balancing, Calibrating, Cleaning, Cutting, Draining, Grinding, Inspection, Lubricating, Modification, Programming

Catalog dicatat dalam sistem atau dilaporkan kepada Maintenance Planner yang bertanggung jawab setelah teknisi melakukan pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan. Catalog merupakan bagian dari dokumen notification dan dimasukkan dalam maintenance history. Data catalog kerusakan perlu distandarisasikan sehingga dapat digunakan dalam proses evaluasi.

Suatu sistem catalog sifatnya cross-application (bisa dipakai dalam beberapa modul) dan digunakan untuk melengkapi dokumen notification. Catalog ini memiliki sistem hirarki. Level pertama dalam catalog system adalah catalog type. Setiap catalog type mewakili suatu grup tertentu. Setiap catalog type dapat dibagi lagi menggunakan code group yang didalamnya terdapat code yang sesuai untuk setiap rangkaian finding /temuan.

SAP Menu Path :

SAP Menu → Logistics → Plant Maintenance → Maintenance Processing → Environment → Catalog

Measuring Point

Measuring Point adalah master data yang menggambarkan kondisi dari suatu  equipment yang akan diukur. Kondisi ini bisa meliputi temperatur, tekanan, output produksi, running hour suatu mesin, jarak tempuh, dan lain-lain.

Feature:

  • Dapat mencatat kondisi suatu object yang berupa counter dan non counter
  • Hasil pencatatan (measurement document) dapat digunakan sebagai trigger otomatis ter-generate work order preventive maintenance (performance based)
  • Laporan semua hasil pencatatan dan pengukuran dapat ditampilkan dalam bentuk grafik

Nilai yang ditunjukkan oleh measuring point dapat naik atau turun setiap waktu dan akan dicatat di dalam sistem SAP.

Measuring point dibagi menjadi 2 tipe:

  • Counter, measuring point dimana nilai hasil pengukuran selalu mengalami kenaikan (forward counter) atau selalu mengalami penurunan (backward counter), misalnya: running hour, odometer, KWH Meter, dan lain-lain.
  • Non Counter, measuring point dimana nilai hasil pengukuran dapat berubah setiap waktu, misalnya: temperatur, tekanan, debit air, dan lain-lain.

Measuring point dapat di-assign ke master data equipment. Dalam satu equipment memungkinkan untuk memiliki lebih dari satu measuring point dengan berbagai karakteristik yang akan diukur dengan counter atau non-counter. Data pengukuran akan dimasukkan ke SAP setiap hari atau dapat juga dikumpulkan ke dalam satu file yang nantinya akan di unggah ke SAP secara periodik.

Measuring point category adalah pengelompokkan measuring point. Kita dapat menggunakan kategori measuring point untuk membedakan measuring point antara grup yang satu dengan yang lainnya. Pertimbangan untuk membuat measuring point category yang berbeda adalah:

  • Apakah suatu measuring point harus unik atau tidak, dan apabila harus unik, apakah di level client, di level technical object
  • Apakah ada diperlukan valuation code untuk menerjemahkan nilai kuantitatif yang diinput menjadi nilai kualitatif.
  • Respon sistem apakah akan diset warning atau error, ketika pembacaan pengukuran telah melewati batas bawah atau batas atas yang dispesifikasikan di setiap measuring point

SAP Menu Path :

SAP Menu → Logistics → Plant Maintenance → Management of Technical Objects → Environment → Measuring Points

Characteristisc

Karakteristik akan digunakan sebagai media untuk menyimpan informasi secara detil spesifikasi dari equipment. Nama karakteristik menggunakan alphanumeric dengan maksimum karakter sebanyak 30. Karakteristik yang dibuat akan di-assign ke dalam class name.

SAP Menu Path :

SAP Menu → Logistics → Plant Maintenance → Management of Technical Objects → Environment → Measuring Points → Characteristics Management